Tanggapan terhadap Akting Pemain Sinetron Indonesia

Hai, selamat malam semua! Pada posting kali ini, sebenarnya saya lebih ingin memberikan tanggapan terhadap akting dari salah satu pemain sinetron Anak Jalanan, yaitu yang memiliki peran sebagai Mondy atau dengan nama asli Immanuel Caesar Hito. Pada awalnya, saya ingin mengungkapkan terlebih dahulu bahwa posting ini tidak memiliki tujuan apapun, kecuali memberikan tanggapan yang pada dasarnya pun tidak dapat dijadikan sebagai cerminan keseluruhan hal yang berkaitan dengan sinetron Indonesia. Dalam posting ini pula, mungkin terdapat kecenderungan subjektivitas karena memang saya merupakan salah satu dari sekian banyak penggemar yang menyukai adegan antara Raya dan Mondy. Namun, saya pada dasarnya menyadari bahwa hal ini hanyalah suatu drama, mengingat sebagai penggemar drama Korea, lebih banyak pasangan yang memiliki chemistry lebih kuat. Sehingga, dapat dikatakan pula bahwa kegemaran saya terhadap sinetron ini merupakan suatu keanehan dikarenakan saya pun seringkali memberikan penilaian negatif terhadap sinetron, sehingga saya anggap saja ini sebagai intermezzo sebagai penyegaran akibat tidak pernah menonton televisi selama enam bulan, meskipun not literally.

Jadi, apa yang ingin saya bicarakan sebenarnya disini? Well, secara garis besar, saya hanya ingin menyoroti mengenai profesionalitas akting dari pemain yang saya telah sebutkan diatas. Sebagai penggemar drama Korea, beberapa pasti telah mengetahui bahwa penonton drama Korea, terutama yang merupakan Korean netizen sangat menuntuk profesionalitas dari akting para pemain suatu drama. That’s why banyak drama Korea dapat menarik perhatian karena chemistry kuat yang dimiliki antar pemain, meskipun pemain tersebut telah memiliki pasangan atau bahkan telah menikah. Yah, memang, mungkin bedanya adalah lebih banyak penonton drama Korea yang lebih realistis, I mean tidak delusional. Mereka kebanyakan dapat membedakan yang mana drama dan realitas, jadi meskipun ada bashing di forum-forum tapi dengan cara yang tidak menyudutkan suatu pihak secara berlebihan. Meskipun begitu juga, pemain suatu drama pun seringkali malah yang melakukan usaha untuk menyenangkan para penggemar dengan melakukan fan services, salah satunya dengan skinship. Toh, itu semua demi kepentingan drama.

Namun, saya tidak bisa melihat profesionalitas itu secara jelas dalam akting pemain sinetron Indonesia yang telah disebutkan. Seperti yang telah banyak diketahui, pemain tersebut telah memiliki seorang pasangan dalam realitas, dimana hubungan tersebut telah berlangsung cukup lama. Well, tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini yang mungkin menyebabkan ada beberapa hal yang kemudian menimbulkan pembatasan dalam akting pemain tersebut. Secara keseluruhan saya tidak peduli, namun saya hanya berpikir bahwa sinetron Indonesia akan terus stuck dan tidak akan maju apabila tidak ada upaya dari pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Mengapa saya menanyakan profesionalitas pemain tersebut? Hal tersebut dikarenakan di beberapa kesempatan, bahkan dalam suatu adegan, pemain tersebut menurut saya sengaja menciptakan ruang antara dirinya dengan pemain lawan (dalam hal ini pasangan dalam sinetron). Beberapa kesempatan yang saya maksudkan pun, pemain tersebut secara gamblang menyatakan bahwa tidak ada hubungan dekat antara dia dan pemain lawan di luar kepentingan sinetron, termasuk ketika masa istirahat shooting. Saya pikir hal tersebut baik untuk dilakukan dan ditegaskan, yaitu agar tidak terdapat kesalahpahaman di antara penggemar, namun si sisi lain pun terlalu jauh untuk dijelaskan secara eksplisit, yang sebaliknya malah menunjukkan ketidakprofesionalitas-an. Dalam suatu kesempatan di suatu acara pun, pemain tersebut malah menunjukkan kedekatannya dengan pasangannya, dimana secara jelas judul acara tersebut adalah untuk mempromosikan sinetron yang dia mainkan. Sehingga, menurut opini pribadi saya, hal tersebut tidak seharusnya dilakukan, mengingat drama dan realitas adalah dua hal berbeda yang harus ditegaskan kepada penggemar, namun dengan tetap menunjukkan profesionalitas dari pemain tersebut. Profesionalitas dalam drama tentu ditunjukkan dengan membangun chemistry juga tentu hubungan yang baik. Pada akhirnya pun, penggemar akan mengerti dan dapat membedakan antara drama dan realitas.

“Jangan dibawa baper -bawa perasaan adalah hal yang seringkali diungkapkan oleh pemain tersebut, namun saya rasa, apakah dengan sengaja memberikan jarak terhadap pemain lawan -yang saya sendiri tidak enak melihatnya- bukan merupakan suatu hal yang menunjukkan ketakutan diri sendiri untuk “membawa perasaan” terhadap sinetron tersebut?”

In the end, ini bukan merupakan posting yang objektif, karena berdasarkan apa yang saya lihat dari media sosial dan beberapa tayangan televisi, saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara pemain sinetron tersebut. So, please no offense!

Salam hangat dari saya -penggemar yang tidak mengerti apa-apa.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s